Latest Posts

Resmi! TTS Tuan Rumah Ben Mboi Memorial Cup II, Winston: Bukan Sekadar Voli, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat

SOE, mediantt.com – Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah Bola Voli Ben Mboi Memorial Cup II (BMMC II) 2026.

Kejuaraan bergengsi antar kabupaten/kota se-NTT ini akan digelar 23 November – 7 Desember 2026 di GOR Nekmese, Kota Soe.

Kesediaan TTS menjadi tuan rumah tertuang dalam surat Bupati TTS tanggal 21 Oktober 2026 kepada Pengprov PBVSI NTT.

Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab TTS dan kesiapan Pengkab PBVSI TTS sebagai penyelenggara.

Menurut Winston, pemindahan lokasi dari Kupang ke Soe bukan sekadar teknis, melainkan strategi pemerataan pembinaan bola voli di seluruh NTT.

“Kita ingin bola voli NTT bertumbuh dari daerah-daerah. Atlet hebat tidak boleh hanya lahir dari kota besar. Mereka harus dapat kesempatan bertanding dan dipersiapkan membawa nama NTT ke tingkat nasional,” tegas Winston.

BMMC II merupakan kejuaraan daerah antarkontingen kabupaten/kota yang pesertanya melalui Pengkab dan Pengkot PBVSI masing-masing.

Ajang ini menjadi momentum memetakan kemampuan atlet, meningkatkan kualitas pertandingan, dan memperkuat sistem pembinaan menuju PON XXII 2028 di NTT-NTB.

“PON 2028 tidak boleh kita hadapi hanya dengan semangat jadi tuan rumah. Kita harus siapkan atlet, pelatih, wasit, organisasi, dan kompetisi sejak sekarang. BMMC adalah ruang nyata untuk persiapan itu,” ujarnya.

Ketua Pengkab PBVSI TTS, Roy Babys, menyambut kepercayaan ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi masyarakat TTS.

“Kami sambut dengan penuh semangat. TTS ingin jadi tuan rumah yang baik, hadirkan pertandingan berkualitas, dan berikan pengalaman berkesan bagi semua kontingen yang datang ke Soe,” kata Roy.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah, PBVSI, panitia, komunitas olahraga, pelaku usaha, dan masyarakat.

Bukan Sekadar Voli, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat

PBVSI NTT memandang BMMC II sebagai ajang sportainment yang mempertemukan olahraga, hiburan, budaya, dan ekonomi lokal.

Selama kejuaraan, kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan penonton dari berbagai kabupaten/kota diharapkan menggerakkan ekonomi rakyat.

Usaha kuliner, penginapan, transportasi, perdagangan, produk tenun, dan UMKM lokal berpeluang mendapat tambahan penghasilan.

“Kita ingin setiap pertandingan menghasilkan lebih dari sekadar angka di papan skor. Ada atlet yang berkembang, ada UMKM yang dapat pembeli, ada penginapan yang terisi, dan ada daerah yang semakin dikenal,” kata Winston.

Selain kompetisi, BMMC II juga menjadi ruang promosi budaya dan pariwisata TTS, mulai dari kain tenun, kuliner khas, kesenian tradisional, hingga destinasi wisata.

“Kita ingin PON 2028 meninggalkan warisan prestasi, bukan sekadar warisan gedung. Investasi terbesar harus dimulai dari manusia: atlet yang dibina, pelatih yang ditingkatkan, wasit yang disiapkan, dan kompetisi yang terus hidup,” tegas Winston.

Pengprov PBVSI NTT mengajak seluruh Pengkab/Pengkot, pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dunia usaha, dan media untuk menyukseskan BMMC II 2026.

“Dari Soe, kita ingin kirim pesan ke seluruh NTT: prestasi tidak lahir kebetulan. Prestasi lahir dari kesempatan, pembinaan, kerja keras, dan keberanian membangun kompetisi,” tutup Winston. (*)

Latest Posts

spot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.