Latest Posts

37 Posyandu Jadi Ujung Tombak Pemantauan Balita, Distribusi MBG Belum Merata

KUPANG, mediantt.com – Kepala Puskesmas Oepoi, drg. Elfride Ruth, mengatakan, untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, Puskesmas Oepoi memiliki 37 Posyandu yang tersebar di empat kelurahan wilayah kerjanya.

“Posyandu dilaksanakan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Apabila jadwal bertepatan dengan hari libur atau Minggu, pelaksanaannya dapat dimajukan atau diundur agar pelayanan tetap berjalan,” kata drg Elfrida, Rabu (4/11/2026).

Dia menjelaskan, melalui kegiatan Posyandu, pertumbuhan balita dapat dipantau secara berkala, termasuk perkembangan berat badan dan tinggi badan yang menjadi bagian penting dalam mendeteksi masalah gizi sejak dini.

Pemantauan rutin tersebut juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan gizi, pola pemberian makan, serta langkah yang perlu dilakukan apabila pertumbuhan anak tidak sesuai harapan.

Distribusi MBG Belum Merata

Selain penanganan gizi melalui pelayanan kesehatan, Elfride juga menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari rekan-rekan di bidang gizi, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di empat kelurahan wilayah kerja Puskesmas Oepoi belum sepenuhnya merata.

Ia menyebutkan, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) telah menerima program tersebut secara menyeluruh. Sementara itu, di Kelurahan Oebufu, Kayu Putih, dan Liliba, distribusinya disebut masih menjangkau sebagian wilayah atau sasaran.

“Kalau informasi yang saya dapat dari teman-teman gizi, di empat kelurahan belum semuanya menerima. Untuk TDM sudah semuanya, sedangkan Oebufu, Kayu Putih, dan Liliba baru sebagian,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada instansi pelaksana program untuk mengetahui cakupan penerima, jumlah sasaran yang telah terlayani, serta kendala distribusi di masing-masing kelurahan.

Elfride menambahkan, terkait pembayaran tunjangan kader Posyandu, dirinya belum dapat memberikan penjelasan terperinci karena hal tersebut menjadi kewenangan dinas terkait.

Upaya penanganan stunting dan masalah gizi pada balita memerlukan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah, hingga keluarga. Pemantauan pertumbuhan secara berkala, pemenuhan gizi yang sesuai, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (jdz)

Latest Posts

spot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.