Latest Posts

Wawali Serena Tegaskan Komitmen Pemkot: Vaksin HPV dan Pembalut Gratis untuk Kesehatan Perempuan!

Wawali Serena menerima audiensi perwakilan organisasi perempuan, Veryanto Sitohang.

KUPANG, mediantt.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menegaskan selain pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pemkot Kupang juga berkomitmen mengembangkan program yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan perempuan. Salah satunya melalui program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) gratis bagi perempuan usia subur yang dilaksanakan secara bertahap.

Komitmen tersebut disampaikan Serena saat menerima kunjungan sekaligus wawancara bersama perwakilan organisasi perempuan, Veryanto Sitohang, di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang, Selasa (20/10/2026).

Pertemuan ini membahas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), upaya pencegahan kekerasan seksual, serta penguatan kebijakan perlindungan perempuan dan anak di Kota Kupang.

Serena menyampaikan kekerasan seksual masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan serius dan keterlibatan berbagai pihak. Pemkot Kupang telah melaksanakan sosialisasi di lingkungan sekolah dan membangun pendekatan kepada keluarga melalui pemerintah kelurahan, RT, dan RW.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kolaborasi yang lebih luas, karena perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Serena.

Terkait kesehatan perempuan, Serena menjelaskan program vaksinasi HPV awalnya menyasar 100 perempuan, kemudian meningkat menjadi 250 perempuan. Pada 2026, pemerintah menargetkan program ini dapat menjangkau 500 perempuan setiap tahun.

Pemkot Kupang juga melaksanakan program pemberian pembalut gratis bagi perempuan dari keluarga kategori kemiskinan ekstrem. Program yang telah berjalan selama dua tahun tersebut menyasar perempuan berusia 15 hingga 45 tahun berdasarkan data Dinas Sosial.

Menurut Serena, pemenuhan kebutuhan menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan perempuan. Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, biaya pembelian pembalut dapat menambah beban pengeluaran rumah tangga.

“Menstruasi merupakan kebutuhan biologis yang tidak bisa dihindari. Karena itu, perempuan harus tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang layak tanpa harus mengorbankan kebutuhan penting lainnya dalam keluarga,” jelas Serena.

Ia mengungkapkan, program ini turut membantu anak perempuan agar dapat beraktivitas dengan nyaman, termasuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Sebelumnya, sebagian anak terpaksa menggunakan kain sebagai pengganti pembalut atau tidak masuk sekolah ketika menstruasi akibat keterbatasan biaya.

Pemkot Kupang juga telah mendorong agar program pembalut gratis memperoleh perhatian pemerintah pusat sehingga berpeluang dikembangkan sebagai proyek percontohan nasional. Selain itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai organisasi dalam pelaksanaan skrining kanker payudara.

Serena menegaskan keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada sinergi antarinstansi, serta komitmen membuka ruang dialog bersama organisasi masyarakat sipil agar kebijakan perlindungan perempuan dan anak semakin efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Veryanto Sitohang mendorong Pemkot Kupang memperkuat regulasi daerah sebagai landasan program perlindungan perempuan dan anak secara berkesinambungan, termasuk penyusunan peraturan daerah khusus pencegahan dan penanganan kekerasan. Ia menekankan tanggung jawab perlindungan tidak hanya dibebankan kepada DP3A, tetapi perlu keterlibatan sektor pendidikan, kesehatan, dan perangkat daerah lainnya secara terpadu. (*)

Latest Posts

spot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.