MEOTROI, mediantt.com – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena resmi membuka Tour de EnTeTe 2026 Etape I Daratan Timor di Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar olahraga. Ini strategi pemerintah untuk menggerakkan ekonomi lokal, mempromosikan pariwisata, dan pemerataan pembangunan di NTT.
“Saya kadang-kadang kalau lihat HUT NTT, cuma ramai di Kota Kupang. Saya bilang, ngapain Kota Kupang banyak bikin acara kalau orang tidak merasakan gaungnya HUT NTT,” kata Melki saat melepas peserta.
Tour de EnTeTe Etape I diikuti sekitar 1.200 peserta, terdiri dari ASN provinsi dan kabupaten, pelajar SD hingga SMA/SMK, komunitas olahraga, atlet, dan masyarakat. Mereka berjalan sejauh 15 kilometer dari Desa Meotroi menuju Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Menurut Melki, perjalanan ini juga dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi daerah dan kebutuhan masyarakat. Ia meminta pimpinan OPD Provinsi NTT memperhatikan infrastruktur dan pelayanan publik di sepanjang rute.
Yang paling ditekankan adalah dampak ekonomi. Gubernur meminta seluruh peserta dan rombongan pemerintah provinsi membeli produk lokal.
“Saya minta peserta dan rombongan pemerintah provinsi membeli produk lokal, buah-buahan, serta hasil usaha masyarakat di wilayah yang mereka kunjungi,” tegasnya.
“Kalau ketemu ada UMKM, saya bilang belanja. Saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka,” ucapnya.
Bahkan, Melki menginstruksikan sebagian rombongan menginap di rumah warga, bukan seluruhnya di hotel. Biaya menginap dibayarkan secara layak agar uang rombongan berputar langsung di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Etape I, Stanislaus Moat, menjelaskan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk menggerakkan potensi ekonomi daerah dan mempererat kebersamaan.
“Selain menyambut HUT NTT ke-68, kegiatan ini juga bermaksud sebagai wadah kolaborasi untuk menggeliatkan potensi perekonomian daerah serta mempererat kebersamaan masyarakat,” kata Stanislaus.
Selain jalan kaki, peserta juga dibagi dalam kelompok untuk aksi sosial di sepanjang rute, mengunjungi rumah tidak layak huni yang akan dibedah, sekolah, tempat ibadah, dan titik kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Di titik finis, panitia menyiapkan pojok promosi UMKM, Bank NTT Corner untuk edukasi transaksi digital, pemeriksaan kesehatan, pelayanan Samsat Keliling, dan penanaman 15 bibit tanaman.
Untuk keselamatan, panitia menyiapkan tiga pos kesehatan dan enam titik air minum. Pengamanan melibatkan polisi, Dishub, Satpol PP, dan Dinkes Malaka dan Belu.
Tour de EnTeTe 2026 akan berlangsung bertahap mulai Pulau Timor, Sumba, Flores, Sabu, Rote, Lembata, hingga Alor, dengan rangkaian jalan sehat dan lomba lari 10K. (*/jdz)




