Latest Posts

Cegah Stunting, Maulafa Edukasi Ibu Hamil Lewat Dana Rp500 Juta, Gizi Janin Jadi Prioritas

Kantor Camat Maulafa, Kota Kupang.

KUPANG, mediantt.com – Upaya menekan angka stunting di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, terus didorong melalui keterlibatan pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Salah satu langkahnya adalah memanfaatkan program intervensi anggaran Rp500 juta dari Pemerintah Kota Kupang untuk mendukung kegiatan sosial budaya, termasuk edukasi pemenuhan gizi bagi ibu hamil.

Camat Maulafa, Imanuel Eliaser, mengatakan, program anggaran Rp500 juta yang dicanangkan Wali Kota Kupang menjadi peluang bagi pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan stunting.

Hal itu disampaikan Imanuel kepada wartawan di Kantor Camat Maulafa, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, alokasi anggaran tersebut dibagi ke dalam tiga bidang, yakni 80 persen untuk pembangunan infrastruktur, 10 persen untuk sosial budaya, dan 10 persen untuk sektor ekonomi.

Khusus alokasi sosial budaya, pemerintah kecamatan berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat menyentuh persoalan kesehatan masyarakat, terutama pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

“Dari 10 persen sosial budaya itu, bagaimana kita bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk bisa memberikan asupan gizi kepada calon bayinya dari dalam kandungan hingga saat dilahirkan,” jelasnya.

Menurutnya, edukasi perlu diberikan sejak ibu mengandung hingga anak dilahirkan. Dengan demikian, para ibu memiliki pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan sebagai langkah awal mencegah stunting.

Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat. Karena itu, edukasi kepada keluarga, terutama ibu hamil, perlu terus dilakukan agar kesadaran tentang pola hidup sehat dan pemenuhan gizi semakin meningkat.

Pencegahan stunting sejak masa kehamilan menjadi perhatian penting karena periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tantangan penanganan stunting di NTT juga masih membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di NTT tercatat sebesar 37 persen, sementara angka nasional berada pada 19,8 persen.

Sementara itu, Pemerintah Kota Kupang melalui program pagu indikatif Rp500 juta untuk setiap kelurahan telah mengarahkan penggunaan program dengan komposisi 80 persen untuk infrastruktur, 10 persen sosial budaya, dan 10 persen ekonomi.

Setiap kelurahan juga diarahkan mengalokasikan minimal Rp10 juta untuk ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Program tersebut dirancang untuk perencanaan tahun anggaran 2027 melalui perangkat daerah.

Dengan dukungan program tersebut, pemerintah kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menjalankan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya peningkatan kualitas gizi ibu dan anak.

Bagi Kecamatan Maulafa, edukasi kepada ibu hamil menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat memperkuat pencegahan stunting sejak dini, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. (*)

Latest Posts

spot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.