Foto bersama usai peluncuran 32 buku cerita anak dwibahasa oleh Bahasa NTT.
KUPANG, mediantt.com – Balai Bahasa Provinsi NTT menggelar Diseminasi Produk Penerjemahan Buku Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2026 di Aula Universitas Uyelindo Kupang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan menyebarluaskan 32 judul buku cerita anak dwibahasa hasil terjemahan Balai Bahasa NTT agar dimanfaatkan di sekolah, komunitas, dan taman bacaan.
Ketua Panitia Aris Edo mengatakan, diseminasi ini merupakan tahap akhir dari rangkaian panjang yang dimulai sejak Januari 2026, mulai dari sayembara penulisan, bimbingan teknis kepenulisan daring, penyuntingan, hingga penelaahan naskah.
“Pada September dilakukan uji keterbacaan dua tahap, untuk jenjang bacaan pada 10 September dan jenjang bahasa daerah pada 17 September,” jelas Aris.
Tahun ini, Balai Bahasa NTT menghasilkan 32 judul cerita dwibahasa dalam 18 bahasa daerah, termasuk 5 bahasa baru yang diterjemahkan.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, Ralph Hery Budhiono, mengatakan kegiatan ini digelar bertepatan dengan Bulan Bahasa dan Sastra serta 100 tahun gagasan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sejak 1926.
Di tengah pengutamaan bahasa Indonesia, kata Ralph, pelestarian bahasa daerah tetap menjadi tugas penting yang harus dimulai dari keluarga.
“Bahasa daerah harus dikembangkan dari rumah-rumah. Komunitas terkecil kita, keluarga, harus menuturkan kembali bahasa daerah,” tegasnya.
Menurut Ralph, 32 buku tersebut menggunakan dua bahasa, yakni bahasa daerah dan bahasa Indonesia, sehingga anak dapat belajar dua bahasa sekaligus.
“Jumlah 18 bahasa daerah memang belum seberapa dibanding total bahasa di NTT, tidak apa-apa kita mulai dari hal-hal kecil dulu, nanti akumulasi akan menjadi besar,” ujarnya.
Seluruh buku digital dapat diakses melalui platform Rumah Pendidikan, platform Balai Bahasa NTT, dan platform buku digital Kemendikdasmen.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan dinas, sekolah, komunitas literasi, dan media di Kota Kupang, di antaranya Komunitas Bacarita NTT, CSCD, Fun English, Mangrove Leaf, Dusun Flobamora, Sekolah Alam Manusak, dan Taman Baca Uibaha. (roi)


