Latest Posts

Enam Tiang Dolphin Pelabuhan Waijarang Telah Terpancang, Kontraktor Klaim Progres Tetap Sesuai Target

WAIJARANG, mediantt.com – Pekerjaan pemulihan Pelabuhan Ferry Waijarang, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, telah memasuki tahap pemancangan enam tiang daolphin dari delapan tiang yang direncanakan. Kontraktor pelaksana melalui PT Sobo Rejo, Tangerang, Banten, menyatakan optimistis pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai target kontrak pada akhir November 2026.

Try, bagian administrasi proyek PT Sobo Rejo, mengatakan, progres pekerjaan tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan pemancangan tiang dolphin. Menurut dia, pekerjaan lain, termasuk pembesian dan pembersihan material, tetap berjalan meski pemancangan tidak dilakukan selama tiga hari terakhir.

“Pembesian tetap berjalan, tidak ada hambatan, dan progres kita tetap berjalan. Meski tiga hari ini tidak ada pemancangan tiang dolphin, progres kita melambung tinggi,” kata Try.

Ia mengklaim proyek tersebut masih memiliki cadangan waktu atau time buffer sekitar 20 – 30 persen. Dengan kondisi itu, ia menilai jeda pemancangan selama satu hingga dua pekan belum tentu mengganggu target penyelesaian pekerjaan.

“Kita masih punya save sekitar 20–30 persen. Jadi, meskipun ini tertahan satu dua minggu ke depan, kita masih on progress,” ujarnya.

Try meminta masyarakat tidak menilai kemajuan proyek hanya dari aktivitas pemancangan tiang. Ia mengatakan, terdapat sejumlah pekerjaan lain yang berlangsung secara bersamaan dan turut menentukan progres keseluruhan pemulihan pelabuhan.

Namun, Try mengaku tidak mengetahui penyebab terhentinya pemancangan tiang dolphin dalam beberapa hari terakhir. Ia menduga pihak lain yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, yakni Amarta Tirta Buana, lebih mengetahui persoalan yang terjadi.

“Untuk kendalanya kami tidak tahu, mungkin yang lebih tahu itu pihak mereka (Amarta Tirta Buana). Cuma, sejak Senin, 26 Oktober, kita berusaha untuk tetap bekerja,” katanya.

Ia juga menyatakan pihak kontraktor pelaksana tetap melanjutkan pekerjaan dan tidak mengetahui adanya instruksi penghentian kegiatan di Pelabuhan Waijarang.

Hingga Rabu, 28 Oktober 2026, pihaknya masih berupaya melakukan konfirmasi terkait situasi tersebut.

Mengenai dugaan keterlambatan administrasi proyek, Try mengatakan persoalan itu merupakan urusan internal antarmanajemen perusahaan. Ia menegaskan kehadirannya di Lembata berfokus pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Dengan kondisi pekerjaan yang masih berlangsung, Try tetap memperkirakan pemulihan Pelabuhan Ferry Waijarang dapat rampung sesuai kontrak dengan ASDP pada akhir November 2026.

Meski demikian, kepastian pencapaian target tersebut masih bergantung pada kelanjutan pekerjaan di lapangan.

Penjelasan soal penyebab terhentinya pemancangan, pembagian tanggung jawab antarpihak, serta perkembangan progres fisik berdasarkan jadwal kontrak diperlukan untuk memastikan optimisme kontraktor sejalan dengan kondisi aktual proyek. (Lakonawa/Prokompimkablembata)

Latest Posts

spot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.