Alain Niti Susanto.
KUPANG, mediantt.com – Di tengah berkembangnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur menegaskan sikap tetap berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Seluruh kader di NTT diminta tidak terpengaruh informasi yang dinilai tidak berdasar dan tetap memusatkan perhatian pada agenda konsolidasi organisasi.
Ketua DPD Partai Golkar NTT F.X. Alain Niti Susanto menegaskan, kepemimpinan di bawah Ketum Bahlil Lahadalia merupakan kepemimpinan partai yang sah. Karena itu, ia meminta seluruh kader menjaga soliditas dan tidak terseret oleh kabar mengenai rencana penyelenggaraan Munaslub yang disebutnya sebagai hoaks.
“Golkar memiliki kepemimpinan yang sah dan mengajak seluruh kader menjaga soliditas partai,” kata Alain, Minggu (8/11/2026).
Menurut Alain, kepemimpinan Ketum Bahlil ditandai dengan integritas, sikap mengayomi, serta komitmen merangkul seluruh elemen kader untuk bersama-sama membesarkan Partai Golkar. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan bagi kader di daerah untuk mengalihkan perhatian dari agenda organisasi akibat isu yang berkembang.
Bagi Golkar NTT, tantangan utama saat ini bukan memperdebatkan isu Munaslub, melainkan memastikan seluruh struktur partai bekerja dan bergerak secara terorganisasi. Konsentrasi kader, kata Alain, harus diarahkan pada penguatan kelembagaan partai sekaligus mempersiapkan langkah menghadapi Pemilu 2029.
Ia mengatakan, DPD Golkar NTT sedang menjalankan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Salah satu agenda penting ialah memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan, termasuk di wilayah pelosok NTT.
Alain menegaskan, konsolidasi tersebut merupakan bagian dari persiapan membangun mesin politik Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029. Seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan langkah, memperkuat koordinasi, dan memastikan program organisasi berjalan hingga tingkat akar rumput.
Karena itu, Alain mengajak seluruh kader Golkar di NTT untuk merapatkan barisan, menjaga kebersamaan, serta memperkuat hubungan partai dengan masyarakat.
Dengan demikian, seluruh energi organisasi dapat diarahkan pada satu agenda bersama, yakni memperkuat Partai Golkar dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan dalam menyongsong Pemilu 2029. (*/jdz)


