Gubernur Melki Dorong Calon Kepsek Perkuat Budaya Akademik dan Kewirausahaan Siswa

KUPANG, media-ntt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong calon kepala sekolah untuk memperkuat budaya akademik, karakter, serta jiwa kewirausahaan peserta didik.

Hal itu disampaikan Gubernur saat membuka Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-NTT Tahun 2026 di Hotel Pelangi Kupang, Senin (5/10/2026).

Gubernur Melki mengatakan, NTT membutuhkan kepala sekolah yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi mampu membawa perubahan nyata di lingkungan sekolah.

“Kita membutuhkan kepala sekolah yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi mampu membangun budaya akademik yang baik, membentuk karakter peserta didik, dan mendorong mereka menjadi generasi yang produktif serta memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Gubernur Melki.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang mendorong peserta didik berprestasi akademik sekaligus memiliki karakter kuat, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan produktif.

Ia menegaskan, keberhasilan siswa ditentukan oleh kualitas guru, dan kualitas guru ditentukan oleh kualitas kepala sekolah. Karena itu kepala sekolah harus menjadi pemimpin pembelajaran.

“Guru harus diberdayakan, peserta didik harus didengar, orang tua harus dilibatkan, dan masyarakat harus dirangkul. Kita ingin sekolah menjadi tempat anak-anak NTT tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar jabatan kepala sekolah tidak dipandang sebagai tujuan, melainkan sebagai kesempatan untuk melayani dan menciptakan perubahan.

“Jangan jadikan jabatan sebagai tujuan, tetapi jadikan kepemimpinan sebagai kesempatan untuk melayani,” tegasnya.

Gubernur juga meminta pola pikir kepemimpinan diubah dari sekadar memberi perintah menjadi berorientasi pada pemecahan masalah.

“Ketika menjadi kepala sekolah, jangan hanya bertanya, Apa yang harus saya perintahkan?, Tetapi bertanyalah, Apa yang dapat saya lakukan agar guru mengajar lebih baik, peserta didik berkembang lebih baik, dan sekolah menjadi lebih baik?” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambros Kodo menjelaskan, diklat diikuti 294 orang yang terbagi Tahap I 159 orang dan Tahap II 135 orang dari 22 kabupaten/kota se-NTT.

Untuk Tahap I, rinciannya 94 peserta SMA Negeri, 7 SMA Swasta, 42 SMK Negeri, 5 SMK Swasta, dan 11 SLB Negeri.

Diklat dilaksanakan dua tahap, yakni orientasi dan pelatihan daring melalui Learning Management System (LMS) pada 26 September-2 Oktober 2026, dan pelatihan luring pada 3-12 Oktober 2026 di Hotel Pelangi Kupang.

Saat ini terdapat 1.045 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-NTT, terdiri dari 401 SMA Negeri, 228 SMA Swasta, 184 SMK Negeri, 183 SMK Swasta, 36 SLB Negeri, dan 13 SLB Swasta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT Teguh Rahayu Slamet, Anggota DPRD Provinsi NTT Winston Rondo, Lili Adoe, Kasimirus Koro, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi NTT Alex Lumba, serta Tim Supervisi Direktorat Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen RI Evionora. (roi)

Janggal! Nama Sasando Racing Team Nampang di Piala Bupati Rote Ndao Cup, Ada Apa?

BA’A, medianntt.com – Penyelenggaraan kejuaraan otomotif berlabel Bupati Rote Ndao Cup menyisakan tanda tanya. Meski kegiatan itu membawa nama pemerintah daerah, pada sejumlah piala yang diberikan kepada pemenang justru tercantum nama Sasando Racing Team.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Sasando Racing Team dan penyelenggaraan Bupati Cup tersebut.

Selain itu, hadiah atau uang pembinaan tersebut disebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Hal itu diperkuat dengan pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rote Ndao, Daniel W Nalle, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp Rabu, 7/10/2026.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan dalam Technical Meeting (TM) kepada para crosser terkait mekanisme hadiah tersebut.

“Waktu TM saya sudah jelaskan ke para Croser, bahwa hadiah/uang pembinaan untuk 10 kelas lomba ditanggung oleh Pemerintah dalam hal ini Dispora Kab Rote Ndao,” katanya.

Ia juga menjelaskan, proses pembayaran tidak bisa dilakukan secara tunai, akan dilakukan secara transfer menunggu perubahan APBD-P TA. 2026 di Perdakan,

“Karena itu bagi Croser yg juara memasukan nama, nomor rekening dan KTP untuk selanjutx kami transfer, terima ksh,” ujar Daniel.

Menurut dia, hadiah memang ditanggung APBD melalui Dispora dan akan ditransfer setelah APBD Perubahan TA 2026 ditetapkan dalam Perda, dengan para juara diminta mengumpulkan nama, nomor rekening dan KTP.

Namun menjadi pertanyaan publik jika hadiah menjadi tanggung jawab pemerintah, mengapa piala menggunakan identitas klub? Apakah Sasando Racing Team merupakan penyelenggara resmi yang ditunjuk? Jika iya, berdasarkan surat atau kerja sama apa?

Sebagai organisasi yang menaungi olahraga otomotif, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi NTT perlu turun melakukan evaluasi dan meminta penjelasan mengenai penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Evaluasi diperlukan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan otomotif yang menggunakan nama pemerintah daerah memiliki dasar penyelenggaraan, struktur kepanitiaan, sumber pembiayaan dan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dispora juga perlu memberikan penjelasan lebih rinci mengenai keterlibatan pemerintah dalam kegiatan tersebut, termasuk dasar penggunaan nama Bupati Cup dan bentuk kerja sama dengan Sasando Racing Team sebagai pihak yang namanya tercantum di piala.

Kejelasan tersebut penting agar tidak terjadi persepsi bahwa sebuah kegiatan klub otomatis merupakan kegiatan resmi pemerintah daerah, atau sebaliknya, kegiatan pemerintah daerah menggunakan identitas klub tanpa penjelasan yang memadai. Publik, khususnya para peserta yang telah berkompetisi, kini menunggu jawaban terbuka. (roy)

Bupati Lembata Pastikan Gudang Bawang Siap Jaga Stabilitas Harga

LEWOLEBA, media-ntt.com – Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq meninjau depot penyimpanan bawang merah milik Pemerintah Kabupaten Lembata di kawasan CWC, Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Senin (5/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas penyimpanan berfungsi optimal dan stok bawang merah tetap aman sebelum disalurkan ke pasar, terutama menghadapi potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun.

Bupati Kanis Tuaq melihat langsung kondisi gudang, termasuk rak-rak penyimpanan yang telah terisi bawang merah serta sejumlah rak yang masih dalam proses pengerjaan. Ia meminta pengelolaan gudang dilakukan sesuai ketentuan teknis agar sirkulasi udara dan kelembaban tetap terjaga sehingga dapat menekan penyusutan pascapanen.

“Kalau disimpan di tanah saja, panasnya berlebihan dan bisa mempercepat proses penyusutan. Dengan adanya rak-rak ini, sirkulasi udara berjalan lebih baik sehingga bisa menahan laju penyusutan,” kata Bupati Kanis Tuaq.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Ade Hasan Yusuf, mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kesiapan stok bawang merah untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga di pasar.

Menurutnya, bawang merah dan cabai merupakan dua komoditas pangan yang kerap memberikan tekanan terhadap inflasi. Karena itu, pemerintah tidak hanya menyiapkan stok melalui fasilitas penyimpanan, tetapi juga mendorong produksi dari kebun-kebun petani agar pasokan tersedia ketika kebutuhan pasar meningkat.

“Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memasok bawang merah ke pasaran untuk menjaga stabilitas harga sehingga tidak terjadi inflasi yang tinggi di daerah,” ujar Ade Hasan.

Ia menjelaskan, fasilitas penyimpanan menggunakan rak untuk menjaga bawang tidak langsung bersentuhan dengan lantai. Sistem tersebut diharapkan memperbaiki sirkulasi udara dan mengurangi risiko kelembaban yang dapat mempercepat kerusakan serta penyusutan bawang.

Di sisi lain, pengelolaan gudang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan rak dan tenaga kerja. Dinas Pertanian saat ini menyiapkan tambahan tiga rak untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan, sementara tenaga operasional masih didukung dari lingkungan Dinas Pertanian.

“Dari aspek gudang cukup representatif, tetapi rak penyimpanan masih kurang. Kami sedang membuat tiga rak lagi untuk menampung bawang-bawang yang ada,” kata Hasan.

Selain bawang merah, kawasan CWC Wangatoa juga diarahkan menjadi pusat hilirisasi produk pertanian Kabupaten Lembata. Bupati meminta kawasan tersebut ditata sebagai fasilitas yang dapat mendukung pengolahan dan penanganan pascapanen berbagai komoditas, termasuk jagung dan bawang merah.

Untuk jagung, pemerintah daerah merencanakan pembangunan fasilitas pemanasan guna mencapai kadar air sekitar 12 persen serta lantai jemur yang dapat digunakan untuk jagung dan komoditas pertanian lainnya. Fasilitas tersebut selanjutnya diarahkan menjadi bagian dari unit pelaksana teknis (UPT) yang menangani pekerjaan teknis hilirisasi produk pertanian.

Bupati juga mengarahkan agar pembentukan UPT tersebut dapat dipersiapkan pada 2026 sehingga pengelolaan fasilitas dan kegiatan hilirisasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

“Penataan kawasan ini penting karena ke depan bukan hanya bawang merah yang ditangani, tetapi juga jagung dan komoditas pertanian lainnya,” demikian disampaikan dalam kunjungan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap penguatan fasilitas penyimpanan dan hilirisasi dapat memperpanjang daya simpan hasil pertanian, mengurangi kehilangan pascapanen, memperkuat ketersediaan pangan, sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga komoditas strategis di pasar.

Langkah ini juga diarahkan memperkuat keterhubungan antara produksi petani, pengelolaan pascapanen, penyimpanan, hingga distribusi ke pasar sehingga hasil pertanian daerah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (Lakonawa/Prokompimkablembata)

Perkuat Sinergi, Bank NTT dan BNI Teken NDA Co-Branding dan Top Up Cash di Jakarta

JAKARTA, media-ntt.com – Komitmen untuk tumbuh bersama dan menciptakan nilai tambah semakin diperkuat Bank NTT dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

Kedua bank pelat merah tersebut resmi menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) untuk kerja sama Co-Branding & Top Up Cash, yang berlangsung di Kantor BNI Jakarta, Senin (5/10/2026).

Penandatanganan NDA ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih erat, inovatif, dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, khususnya dalam pengembangan layanan keuangan digital dan penguatan brand.

Direktur Bank NTT dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terbukanya peluang sinergi dengan BNI sebagai salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia.

“Kerja sama ini adalah wujud komitmen Bank NTT untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan. Melalui Co-Branding dan kemudahan Top Up Cash bersama BNI, kami ingin memberikan nilai tambah dan kemudahan transaksi bagi nasabah di NTT dan di seluruh Indonesia. Ini adalah semangat Growing Together, Creating More Value,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat BNI menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara BNI dan Bank Pembangunan Daerah memiliki potensi besar dalam mendorong inklusi keuangan.

“BNI sangat terbuka untuk bersinergi dengan Bank NTT. NDA ini menjadi fondasi penting untuk kita kembangkan produk-produk kolaboratif yang inovatif. Kami melihat Bank NTT memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat daerah, dan itu menjadi kekuatan bersama untuk menciptakan layanan yang lebih relevan dan memudahkan nasabah,” ungkap perwakilan BNI.

Dengan ditandatanganinya NDA ini, Bank NTT dan BNI akan melanjutkan pembahasan teknis menuju perjanjian kerja sama resmi, yang diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi nasabah kedua bank. (*)

Transformasi SDM, Bank NTT Gelar Pelatihan Manajerial Bagi 26 Pemimpin Cabang Pembantu

Direktur Umum dan SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, sedang memberikan materi.

KUPANG, media-ntt.com – Selasa 6 Oktober 2026, Direktur Umum dan SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, berkesempatan membuka Sub Branch Manager Program Batch I, program pelatihan pengembangan manajerial bagi 26 Pemimpin Cabang Pembantu Bank NTT.

“Untuk pertama kalinya Bank NTT melaksanakan program khusus manajerial dan leadership bagi para Pemimpin Cabang Pembantu. Sebuah langkah awal dalam transformasi SDM yang sedang dibangun,” kata Rahmat Saleh.

Menurut dia, program pengembangan manajerial ini tidak berhenti di sini saja. Sebab, pengembangan kompetensi manajerial akan terus dilanjutkan dari level Middle Manager hingga level Junior Manager lainnya.

“Kita ingin membangun pemimpin yang tidak hanya memahami pekerjaan, tetapi mampu memimpin orang, membaca peluang, mengambil keputusan, membangun bisnis, dan bertanggung jawab terhadap kinerja unitnya,” tegas Rahmat.

Dia menambahkan, masa depan Bank NTT tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita miliki, tetapi juga oleh seberapa baik kita menyiapkan manusia yang akan memimpinnya,” imbuh dia. (*)

Duka Lembata: Bupati Sampaikan Duka Mendalam, Perintahkan Penanganan Cepat dan Penuh Empati

LEWOLEBA, media-ntt.com – Musibah kecelakaan kendaraan bermuatan di tanjakan menuju Bangkari, Desa Lerahinga, Kecamatan Lebatukan, Selasa (6/10), yang merenggut nyawa lima orang, mengguncang hati segenap masyarakat Kabupaten Lembata. Pemerintah Kabupaten Lembata turut berduka cita sedalam-dalamnya.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan pernyataan resmi atas peristiwa ini. “Saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah kecelakaan dump truck di Desa Lerahinga, hari ini, yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat, saya sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Ini adalah duka kita bersama.”

Bupati Kanis menegaskan, musibah ini tidak boleh dipikul sendirian oleh keluarga yang ditinggalkan. Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan seluruh jajaran terkait guna menangani peristiwa ini secara menyeluruh.

“Saya telah memerintahkan Sekretaris Daerah untuk segera mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait, memastikan evakuasi berjalan lancar, dan pelayanan terbaik bagi keluarga korban,” tegas Bupati Kanis.

Kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Lerahinga dan Kecamatan Lebatukan, Bupati Kanis Tuaq mengajak untuk saling merangkul dan menguatkan.

“Kita adalah satu keluarga. Mari kita hadapi duka ini bersama-sama, saling membantu dan meringankan beban sesama. Pemerintah hadir di tengah kalian, dan tidak akan membiarkan siapa pun berduka sendirian,” ucapnya.

Menutup pernyataan, Bupati berdoa:
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima para korban di sisi-Nya, menempatkan mereka di tempat yang paling baik, dan memberikan kekuatan serta ketabahan yang tak terhingga bagi keluarga yang ditinggalkan”. (Lakonawa/Prokompimkablembata)

Jelang HUT ke-27, Pemkab Lembata Matangkan Rangkaian Program Strategis

LEWOLEBA, media-ntt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata mulai mematangkan seluruh rangkaian kegiatan menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lembata yang akan diperingati pada 12 Oktober 2026.

Persiapan tidak hanya diarahkan pada seremoni peringatan, tetapi juga dikonsolidasikan dengan sejumlah kegiatan pembangunan dan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Konsolidasi lanjutan persiapan HUT ke-27 digelar melalui rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lembata, Senin, 5 Oktober 2026.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Paskalis Ola Tapo Bali, melibatkan staf ahli bupati, para asisten sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Lembata, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, menunjukkan keseriusan Pemda Lembata dalam persiapannya.

Agenda tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan masing-masing perangkat daerah dan seksi kepanitiaan. Pemerintah daerah meminta setiap unsur yang terlibat menyiapkan materi serta informasi terkait kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga pelaksanaan peringatan HUT dapat berjalan terkoordinasi.

Yang menarik, rangkaian kegiatan pendukung HUT ke-27 tidak semata berorientasi pada kegiatan seremonial. Sejumlah agenda pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat turut diproyeksikan dalam momentum tersebut, diantaranya peletakan batu pertama SPBU di Buyasuri dan SPBU di kawasan TPI, kick-off mesin cuci darah, kick-off Jober, launching tanam tomat, launching butik HOG, serta launching laboratorium kesehatan hewan.

Pemerintah daerah juga menyiapkan agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan garam, launching Alfamart tanggal 16 Oktober 2026, serta kegiatan otonomi fun walk bertajuk ‘Jalan Sehat’ dengan rute dari Rumah Situs 7 Maret menuju Kantor Bupati Lembata. Selain itu, akan digelar lomba ETPD (Elektronifikasi Teknologi Pemerintah Daerah) antarpemerintah daerah serta sejumlah kegiatan lainnya.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa momentum HUT ke-27 diarahkan tidak hanya untuk mengenang perjalanan pemerintahan Kabupaten Lembata, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menggerakkan berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan, pertanian, peternakan, perdagangan, infrastruktur dasar, ekonomi masyarakat, hingga pola hidup sehat.

Di sisi lain, persiapan juga mencakup aspek spiritual dan kebersamaan masyarakat. Pemerintah daerah akan membahas pelaksanaan misa syukur dan ibadat keagamaan lainnya sebagai bagian dari rangkaian peringatan.

Upacara HUT serta malam syukuran juga menjadi bagian utama yang perlu dipersiapkan secara matang.

Memasuki usia 27 tahun, peringatan HUT Kabupaten Lembata diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan seremoni. Momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian pembangunan, mengidentifikasi pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan, sekaligus memperkuat konsolidasi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan arah pembangunan daerah.

Dengan demikian, HUT ke-27 dapat ditempatkan sebagai momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen pembangunan, bahwa pertambahan usia daerah harus berjalan seiring peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat dan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga. (Lakonawa/Prokompimkablembata)

Tetaplah Menjadi Pelindung Rakyat, Pesan Bupati Lembata di HUT ke-81 TNI

LARANTUKA, media-ntt.com –  Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menghadiri peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Makodim 1624 Flores Timur, Larantuka, Senin (5/10/2026).

Momentum tersebut menjadi ruang memperkuat sinergi TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

Bupati menyampaikan apresiasi atas 81 tahun pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Menurutnya, kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pertahanan, tetapi juga oleh kedekatan dan kepercayaan bersama rakyat.

Sejarah telah mencatat bahwa TNI lahir dari rahim rakyat dan tumbuh besar bersama rakyat. Kemanunggalan tersebut menjadi ruh sekaligus kekuatan terbesar TNI dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan zaman.

“TNI lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan berjuang demi rakyat. Teruslah menjadi pelindung rakyat dan benteng terdepan negara,” kata Bupati Kanis Tuaq.

Menurutnya, tema HUT ke-81 TNI, ‘TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’, sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini.

Tema tersebut mengingatkan bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya terletak pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga pada eratnya hubungan, kepercayaan, dan sinergi antara TNI dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan, kehadiran TNI di tengah masyarakat telah berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pembangunan, penanggulangan bencana, pelayanan sosial dan kesehatan, hingga penguatan ketahanan pangan.

Karena itu, sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan Polri perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh prajurit tetap berpegang pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI serta terus bertransformasi menjadi kekuatan yang profesional, modern, adaptif, dan tangguh.

“Pemerintah dan rakyat akan selalu mendukung tugas mulia TNI dalam menjaga bangsa dan negara,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-81 TNI itu turut dihadiri jajaran Kodim 1624 Flores Timur, Pemkab Lembata dan Flores Timur, Polres Flores Timur, Kejaksaan Negeri Larantuka, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat. (Lakonawa/Prokompimkablembata)

Cegah Kebocoran APBD! Bank NTT Luncurkan KKI di TTU, Bupati Falentinus: Tata Kelola Makin Transparan

KEFAMENANU, media-ntt.com – Bank NTT Cabang Kefamenanu resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas belanja Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo bertepatan dengan HUT ke-104 Kota Kefamenanu, Selasa (22/9/2026).

Kepala Bank NTT Cabang Kefamenanu, Jorsalino Reynaldi Seran, menjelaskan, tahap awal penerapan KKI difokuskan di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) TTU.

“Dengan KKI, perangkat daerah bisa belanja kebutuhan operasional seperti ATK, printer, listrik dan air tanpa uang tunai. Transaksinya lebih mudah, kontrolnya lebih gampang, karena langsung debet ke rekening giro masing-masing dinas,” jelas Jorsalino.

Menurut dia, setiap transaksi tercatat otomatis di rekening koran, sehingga memudahkan pengawasan dan pertanggungjawaban anggaran sekaligus meminimalkan potensi kebocoran APBD.

Bank NTT menargetkan pada 2027, penggunaan KKI diperluas ke Bagian Umum, Sekretariat DPRD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.

Bupati TTU Falentinus Kebo mengapresiasi langkah Bank NTT tersebut. Menurutnya, KKI menjadi terobosan untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang tertib, efektif, dan transparan. (*/jdz)

Layanan Makin Cepat dan Aman, Bank NTT Raih Penghargaan IT dan Digital Terbaik 2026

JAKARTA, media-ntt.com – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank NTT meraih penghargaan THE BEST INDONESIA IT & DIGITAL OPERATIONAL EXCELLENCE AWARD 2026, untuk kategori Private Company, Sektor Regional Development Bank dengan Aset di atas Rp44 triliun.

Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Economic Review, Cyber University, Wisesa Consultant, dan Indonesia Asia Institute sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Bank NTT dalam mengoptimalkan teknologi informasi dan transformasi digital.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Bank NTT dalam menghadirkan layanan perbankan yang modern, cepat, dan aman bagi masyarakat.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat NTT. Transformasi digital yang kami lakukan bukan sekadar soal teknologi, tetapi soal bagaimana kami bisa melayani rakyat NTT dengan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih aman,” ujar Charlie Paulus.

Ia menambahkan, Bank NTT akan terus berinovasi dalam layanan digital, mulai dari mobile banking, sistem pembayaran, hingga penguatan keamanan transaksi, agar mampu bersaing dengan bank-bank besar nasional.

“Kami ingin Bank NTT menjadi bank kebanggaan orang NTT. Bank yang kuat secara aset, unggul secara digital, dan tetap dekat dengan rakyat,” tegasnya.

Ajang penghargaan ini menilai efisiensi operasional, kualitas layanan digital, serta keamanan sistem bagi nasabah. Bank NTT dinilai unggul di antara BPD lainnya dengan skala aset serupa. (*/jdz)