Kabar Gembira! RSUD SK Lerik Siapkan Layanan Kateterisasi Jantung dan Kemoterapi Kanker di 2027

Direktur RSUD SK Lerik, dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray.

KUPANG, media-ntt.com – RSUD SK Lerik Kota Kupang menargetkan pelayanan kateterisasi jantung atau catheterization laboratory (Cath Lab) dan kemoterapi bagi pasien kanker dapat beroperasi pada 2027.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD SK Lerik, dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, kepada wartawan di Kupang, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, persiapan kedua layanan sedang berlangsung, mulai dari kesiapan ruangan, sumber daya manusia (SDM), hingga pemenuhan peralatan medis.

Untuk layanan Cath Lab, rumah sakit telah memiliki dokter spesialis jantung, yakni dr. Akbar. Ruangan pelayanan juga telah melalui proses evaluasi oleh Kementerian Kesehatan.

“Untuk Cath Lab, ruangannya sudah berproses dan kemarin Kementerian Kesehatan juga datang melakukan evaluasi. Kami memperkirakan sekitar Maret hingga April 2027 sudah bisa mulai beroperasi,” ujarnya.

Selain layanan jantung, jelas dia, RSUD SK Lerik juga menyiapkan pelayanan kemoterapi bagi pasien kanker. Ketersediaan dokter spesialis menjadi salah satu modal, sementara rumah sakit masih menunggu pemenuhan peralatan dari Kementerian Kesehatan.

Ia berharap kehadiran kedua layanan ini dapat memperluas akses masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya terhadap pelayanan kesehatan spesialistik.

“Dengan demikian, pasien yang membutuhkan penanganan penyakit jantung maupun kanker diharapkan memiliki lebih banyak pilihan pelayanan di RSUD SK Lerik,” terangnya. (jdz)

Distribusi BBM di Kota Kupang Kembali Normal, Satpol PP Pantau Semua SPBU

KUPANG, media-ntt.com – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kembali normal setelah sempat mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir akibat keterlambatan pengiriman dari Balikpapan. Pemerintah Kota Kupang mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membantu mengatur antrean kendaraan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kepala Satpol PP Kota Kupang, Rudi Abubakar, mengatakan, pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, guna memastikan antrean kendaraan di SPBU dapat terkendali.

“Memang kami diperintahkan oleh Bapak Wali Kota Kupang untuk membantu mengatur antrean BBM di Kota Kupang,” kata Rudi saat ditemui di salah satu SPBU di Jalan Air Tari, Selasa (13/10/2026).

Menurut Rudi, kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur normal seiring masuknya pasokan BBM. Bahkan, berdasarkan pantauannya di SPBU Jalan El Tari, antrean kendaraan sudah tidak terlihat seperti beberapa hari sebelumnya.

Ia menjelaskan, kelangkaan BBM yang terjadi sebelumnya dipicu keterlambatan pasokan dari kilang di Balikpapan. Pengiriman yang seharusnya tiba pada Jumat baru sampai di Kupang pada Sabtu.

Meski demikian, distribusi BBM ke SPBU di Kota Kupang telah dimulai sejak Minggu. Untuk Kota Kupang juga memperoleh tambahan kuota BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kuota yang seharusnya 200 kiloliter (KL) menjadi 300 KL,” ujarnya.

Rudi menyebutkan, distribusi BBM ke 15 SPBU di Kota Kupang sudah berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 – 19.00 WITA pada hari Senin, 12 Oktober 2026. Dengan masuknya pasokan dan penambahan kuota, antrean kendaraan diharapkan terus berkurang dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Di sisi lain, Satpol PP Kota Kupang menurunkan dua regu personel untuk membantu pengaturan antrean di sejumlah SPBU. Personel tersebut disebar ke berbagai titik, termasuk dari wilayah Lasiana menuju lokasi pemantauan lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban di area SPBU sekaligus membantu kelancaran pelayanan kepada masyarakat selama proses distribusi BBM berlangsung.

Rudi juga menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Kota Kupang kepada Pertamina atas respons terhadap kendala pasokan yang sempat memicu antrean panjang.

“Pemerintah Kota Kupang berterima kasih kepada Pertamina yang merespons ini dengan baik,” katanya.

Pemerintah Kota Kupang berharap normalisasi pasokan dan pengaturan antrean oleh petugas dapat memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi serta mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di SPBU.

Rudi jg menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik, karena suply BBM sudah kembali. “Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik, suply BBM sudah kembali normal,” katanya.” (*)

Kado HUT ke-27 Lembata, RSUD Lewoleba Siapkan Layanan Cuci Darah, Target Operasi Februari 2027

Bupati Kanis dan Wabup Nasir meninjau ruangan Cuci Darah di RSUD Lewoleba.

LEWOLEBA, media-ntt.com – Akses layanan cuci darah di Kabupaten Lembata mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Lembata bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba tengah menyiapkan instalasi hemodialisis untuk mengurangi ketergantungan pasien terhadap rumah sakit di luar daerah, termasuk di Kupang. Layanan ini ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2027.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu agenda pengembangan pelayanan kesehatan yang mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Lembata menjelang dan pada momentum peringatan HUT ke-27 Kabupaten Lembata, 12 Oktober 2026. Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata Ursula Surat Bayo Tuaq, dan Plt. Kadis Kesehatan meninjau langsung kesiapan fasilitas hemodialisis di RSUD Lewoleba, Senin, 12 Oktober 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan layanan kesehatan daerah sebagaimana diarahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lembata 2025–2029. Namun, menghadirkan layanan cuci darah tidak cukup hanya dengan menyediakan peralatan.

Kesiapan tenaga medis, ruang pelayanan, standar keselamatan pasien, serta perizinan dan kerja sama pembiayaan menjadi sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi sebelum layanan dibuka.

Sebelumnya, pada 6 Agustus 2026, Pemkab Lembata menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Internusa Jaya Raya untuk pengadaan peralatan hemodialisis. Penandatanganan dilakukan Bupati Kanisius Tuaq bersama perwakilan perusahaan dan dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.

Kerja sama tersebut ditempuh melalui skema kerja sama operasional (KSO), mengingat keterbatasan anggaran dan kebutuhan investasi untuk mengoperasikan layanan dengan standar khusus. Melalui skema ini, pihak ketiga diharapkan membantu penyediaan peralatan dan penyiapan fasilitas, sementara rumah sakit mempersiapkan sumber daya manusia serta kebutuhan teknis lainnya.

Direktur RSUD Lewoleba, drg. Yoseph Freinademets Paun, mengatakan, pelayanan hemodialisis memiliki karakteristik berbeda dari layanan rumah sakit pada umumnya. Karena itu, pihaknya memilih menjalani tahapan persiapan secara bertahap agar pembukaan layanan tidak mengabaikan aspek medis, teknis, maupun hukum.

“Proses hemodialisa itu tidak seperti pelayanan lainnya di RSUD. Dia memiliki spesifikasi dan karakteristik yang berbeda,” kata Yoseph.

Menurut dia, RSUD Lewoleba sedang mempersiapkan tenaga kesehatan yang akan menangani pasien cuci darah. Dua perawat telah masuk dalam agenda pelatihan khusus, masing-masing melalui program pelatihan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dan RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

“Sekarang kami berproses untuk mengirim tenaga, baik perawat maupun dokter, untuk mengikuti pelatihan hemodialisa. Untuk sementara, yang sudah memiliki jadwal itu dua perawat,” ujarnya.

Selain tenaga kesehatan, rumah sakit juga menyiapkan ruang pelayanan. Gedung bekas instalasi ICU direncanakan menjadi lokasi hemodialisis, tetapi perlu ditata ulang sesuai ketentuan teknis dan standar pelayanan yang berlaku. RSUD juga masih mendalami pembagian tanggung jawab dengan mitra kerja sama sebelum layanan tersebut dapat dioperasikan.

Yoseph menegaskan, pembukaan layanan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Setelah kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia terpenuhi, rumah sakit akan mengurus tahapan pengajuan pelayanan kepada BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelayanan ini spesifik dan tidak serta-merta dibuka. Kita berproses sampai semua sumber daya manusia siap, termasuk dokter penyakit dalam. Setelah itu, kita mengajukan pembukaan pelayanan ke BPJS Kesehatan,” katanya.

Bagi pasien dengan penyakit ginjal yang membutuhkan hemodialisis secara rutin, ketersediaan layanan di Lewoleba berpotensi mengurangi beban perjalanan ke luar daerah. Selama ini, rujukan ke rumah sakit di Kupang dapat menambah biaya transportasi, akomodasi, serta beban fisik dan psikologis pasien maupun keluarga.

Hemodialisis merupakan terapi yang membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal dengan menyaring limbah metabolisme dan mengendalikan kelebihan cairan dalam darah. Bagi pasien yang memerlukan terapi berkala, akses layanan yang lebih dekat dapat membantu kesinambungan pengobatan.

Dalam kondisi tertentu, ketersediaan fasilitas ini juga berpotensi memperkuat kemampuan rumah sakit menangani pasien yang membutuhkan terapi pengganti ginjal, sepanjang didukung tenaga dan sarana yang memadai.

Meski demikian, manfaat tersebut baru dapat dirasakan apabila instalasi beroperasi sesuai standar dan mampu menjamin keberlanjutan pelayanan. Ketersediaan tenaga terlatih, pemeliharaan mesin, kualitas air untuk dialisis, pengendalian infeksi, pasokan bahan medis, serta kepastian pembiayaan menjadi bagian penting dari kesiapan operasional.

Dokter Yoseph berharap masyarakat dan pemerintah daerah terus memberikan dukungan agar seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan. Menurut dia, pengembangan layanan hemodialisis membutuhkan koordinasi lintas pihak dan komitmen berkelanjutan, bukan sekadar pengadaan peralatan.

Selain menyiapkan layanan cuci darah, Pemkab Lembata juga sedang mendorong operasional penuh laboratorium kesehatan hewan untuk mendukung pemeriksaan, diagnosis, dan pengendalian penyakit hewan serta menjaga keamanan pangan asal hewan. Kedua upaya tersebut berada pada bidang pelayanan yang berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan penguatan kapasitas layanan di daerah.

Pada usia ke-27, tantangan bagi Lembata bukan hanya menghadirkan fasilitas baru, melainkan memastikan fasilitas tersebut benar-benar berfungsi dan menjawab kebutuhan masyarakat. (Lakonawa/Prokompimkablembata)

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

LEWOLEBA, media-ntt.com – Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menegaskan pembangunan daerah harus berdampak langsung bagi masyarakat. Kemiskinan, pengangguran, kualitas sumber daya manusia, konektivitas wilayah, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi rakyat masih menjadi pekerjaan besar pemerintah.

Hal itu disampaikan Bupati Kanis Tuaq saat memimpin apel peringatan HUT ke-27 Kabupaten Lembata, di halaman Kantor Bupati Lembata, Senin (12/10/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema ‘Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, SDM Unggul, serta Nelayan Tani Ternak Berdaya’.

Bupati Kanis Tuaq di hadapan peserta upacara yang juga dihadiri Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, Ketua dan anggota DPRD Lembata, Seluruh unsur Forkopimda dan Sekretaris Daerah Paskalis Ola Tapo Bali, mengatakan, peringatan ulang tahun daerah tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Momentum tersebut harus digunakan untuk mengevaluasi pembangunan dan memastikan kebijakan pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut sejumlah capaian pembangunan telah diraih, diantaranya peningkatan infrastruktur, akses pendidikan dan kesehatan, aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta perkembangan desa. Namun, berbagai persoalan mendasar masih membutuhkan kerja bersama.

Menurut Bupati, pemerintahan yang efektif diukur dari pelayanan yang cepat, mudah, transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia meminta aparatur memperkuat disiplin, profesionalisme, integritas, dan inovasi. Setiap rupiah anggaran daerah, kata dia, harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Bupati menempatkan sektor perikanan, pertanian, dan peternakan sebagai prioritas karena berkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat.

Produksi perikanan Lembata tercatat 6.814,57 ton pada 2025 dan mencapai 6.906,8 ton hingga September 2026. Pemerintah daerah juga memulai pembangunan enam Kampung Nelayan Merah Putih dengan anggaran sekitar Rp36 miliar untuk memperkuat sarana perikanan, koperasi, rantai usaha, dan akses pasar.

Produksi jagung meningkat dari 31.764 ton pada 2025 menjadi 34.200 ton pada musim panen Maret-Mei 2026. Di sektor peternakan, jumlah anak ayam atau DOC naik dari 122.900 ekor pada 2025 menjadi 188.300 ekor hingga September 2026.

Pemerintah daerah mendorong pengembangan klaster jagung, dukungan sarana produksi, pemanfaatan teknologi, kemitraan pemasaran, pembangunan Rumah Potong Unggas, dan penguatan sarana peternakan.

“Membangun Nelayan, Tani, Ternak adalah membangun pemberdayaan,” kata Bupati Kanis Tuaq.

Di bidang infrastruktur, pengerjaan Jalan Jalur Tengah Waikomo-Wulandoni sepanjang 27,5 kilometer terus berlangsung. Sebanyak 21 kilometer telah dikerjakan dengan pagu sekitar Rp64,04 miliar, sedangkan sisa 6,5 kilometer masih dalam proses evaluasi prakontak.

Lembata juga memperoleh alokasi lebih dari Rp20 miliar pada 2026 untuk merevitalisasi 62 sekolah. Pemerintah daerah meluncurkan operasional tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil untuk menjangkau sejumlah desa.

Bupati Kanis menyebut dukungan APBN untuk Lembata pada 2026 mencapai lebih dari Rp89 miliar, meningkat dari lebih dari Rp32 miliar pada 2025. Ia menilai peningkatan tersebut merupakan hasil komunikasi dan kerja sama pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Di sela-sela upacara peringatan, Bupati juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan kontrak kepada 255 tenaga PPPK Paruh Waktu, dan SK pensiunan kepada ASN yang telah memasuki masa pensiun.

Pada usia ke-27, Bupati Lembata mengajak masyarakat menerjemahkan semangat Taan Tou melalui persaudaraan, gotong royong, dan tanggung jawab bersama. Ia menegaskan keberhasilan pembangunan tidak ditentukan semata oleh jumlah program atau besarnya anggaran, melainkan oleh manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Lembata ditutup dengan pemberian sejumlah penghargaan kepada para pemenang perlombaan, atraksi semafor dari perwakilan Pramuka, penampilan drumband, serta acara hiburan bernuansa budaya Lembata. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan resepsi bersama.

Hadir di saat itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ursula S. Bayo Tuaq, Staf Ahli Tim Penggerak PKK, Nurmila Nasir, Mantan Wakil Bupati Lembata, Andreas Nula Liliweri, ibu-ibu Persatuan dari unsur Forkopimda, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lembata, Maria Anastasia Bara Baje, Staf Ahli Bupati, para Asisten sekda, pimpinan instansi vertikal dan pimpinan OPD, perwakilan tokoh-tokoh pejuang otonomi daerah, perwakilan TNI/Polri, BUMN/BUMD serta undangan lainnya.(Lakonawa/Prokompimkablembata)

Secercah Harapan di Desa Rumang: PLN Tuntaskan Pengujian Jaringan Listrik demi Terangi Lembata

Petugas PLN UP2K Flores saat melakukan energize arus listrik ke gardu distribusi di Desa Rumang.

RUMANG, media-ntt.com – PT PLN (Persero) terus berkomitmen mendorong pemerataan akses energi hingga ke pelosok pedesaan. Melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores, PLN sukses menyelesaikan tahap commissioning test (pengujian komisioning) jaringan listrik di Desa Rumang, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Senin (12/10).

Tahapan ini merupakan proses vital untuk memastikan seluruh infrastruktur ketenagalistrikan yang dibangun aman, andal, dan memenuhi standar teknis sebelum memasuki tahap operasional penuh.

Adapun infrastruktur yang diuji meliputi Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,82 kilometer sirkuit (kms) serta 1 unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA. Kehadiran jaringan baru ini diproyeksikan bakal melayani kebutuhan listrik bagi 29 calon pelanggan di Desa Rumang.

Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, menjelaskan, komisioning test dilakukan untuk memastikan kualitas instalasi jaringan sesuai dengan regulasi keselamatan dan ketenagalistrikan yang berlaku.

“PLN tidak hanya sekadar membangun jaringan, tetapi memastikan setiap instalasi aman dan andal bagi masyarakat. Melalui pengujian ini, kami memastikan infrastruktur siap secara teknis sebelum nantinya siap menyalurkan daya,” ujar Reza.

Ia menambahkan, hadirnya listrik di pelosok diharapkan dapat memberikan dampak multiplayer (multiplier effect) bagi kemajuan masyarakat pedesaan; mulai dari mendorong pertumbuhan usaha mikro lokal hingga meningkatkan kualitas kehidupan harian warga.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Desa Rumang, Hamidun Soro Making. Menurutnya, masuknya infrastruktur kelistrikan ke desanya membawa angin segar dan harapan baru bagi seluruh warga.

“Pembangunan jaringan listrik ini sangat berarti bagi kami. Kami membayangkan anak-anak kelak bisa belajar dengan pencahayaan yang lebih baik di malam hari, dan warga memiliki kesempatan mengembangkan usaha kecil untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” ungkap Hamidun penuh harap.

Senada dengan itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistiyono, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan keadilan energi di seluruh pelosok NTT.

“PLN terus berupaya memperluas akses listrik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata. Kami berharap listrik di Desa Rumang kelak dapat memicu aktivitas ekonomi baru dan meningkatkan produktivitas warga, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan keandalan sistem,” tegas Eko.

Sebagai catatan, commissioning test merupakan tahap pemeriksaan akhir standar teknis PLN. Setelah pengujian ini rampung, jaringan masih akan melalui serangkaian prosedur administrasi dan teknis lanjutan hingga listrik siap dinyalakan secara resmi di rumah-rumah warga.

Melalui pengawalan ketat di setiap tahapan pembangunan, PLN UP2K Flores optimistis perluasan akses energi di Kabupaten Lembata dapat menjadi pendorong utama pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan. (*)

BBM di Kupang Kembali Normal, 6 Juta Liter Masuk dan 15 SPBU Pertalite Beroperasi Lagi

Viktor Manek.

KUPANG, media-ntt.com – Pemprov NTT bersama PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat koordinasi untuk memastikan pasokan BBM kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Sebelumnya antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU dipicu keterlambatan pengiriman dari kilang Balikpapan menuju Fuel Terminal Tenau, Kupang.

Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT Viktor Manek menjelaskan, gangguan pasokan dipicu keterlambatan alokasi BBM dari Kilang Balikpapan yang berdampak pada jadwal pengiriman ke NTT.

Namun sejak Sabtu (10/10/2026) kapal pengangkut BBM sudah tiba di FT Tenau membawa 6.000.000 liter BBM. Setelah pembongkaran selesai, penyaluran langsung dioptimalkan untuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, dan Kabupaten TTU.

Pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 384.000 liter Pertalite kembali disalurkan untuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS. Sementara Senin (12/10/2026) sebanyak 248.000 liter Pertalite disalurkan khusus untuk memperkuat persediaan di 15 SPBU di Kota Kupang.

Viktor menjelaskan, 15 SPBU di Kota Kupang yang menjual Pertalite saat ini telah kembali beroperasi normal. Pemantauan terus dilakukan agar pasokan memenuhi kebutuhan dan membantu mengurai antrean.

Distribusi ke TTU Diperkuat

Selain pemulihan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS, perhatian juga diberikan kepada Kabupaten TTU yang menghadapi kendala pengiriman akibat keterlambatan kapal menuju Fuel Terminal Atapupu.

Untuk mengantisipasi, dilakukan pengalihan pasokan dari FT Tenau Kupang serta dukungan mobil tangki tambahan. Skema ini agar pasokan ke SPBU di TTU tetap terjaga tanpa sepenuhnya bergantung pada jadwal kapal ke FT Atapupu.

“Pemantauan stok dan distribusi terus kami lakukan bersama pihak terkait. Kita ingin memastikan kesinambungan pasokan tetap terjaga karena BBM sangat dibutuhkan masyarakat untuk transportasi, kegiatan usaha, dan aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujar Viktor.

Ia menambahkan, pasokan BBM nonsubsidi sejauh ini tidak mengalami kendala.

Sales Manager Pertamina NTT Muhammad Ali mengatakan, keterlambatan kapal mengharuskan Pertamina menyesuaikan jadwal penyaluran. Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemprov NTT serta pemerintah kabupaten/kota, termasuk mengoptimalkan penyaluran pada hari Minggu.

Dijelaskan, ketersediaan BBM di NTT secara keseluruhan tergolong aman. Stok tercatat meliputi avtur 2.017 KL, minyak tanah 2.182 KL, Pertalite 15.928 KL, Pertamax 2.182 KL, Biosolar 6.278 KL, dan Pertamina Dex 1.606 KL.

Pemprov NTT mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan tanpa panic buying, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (*)

Sulaeman Hamzah di HUT Lembata: Banyak Orang Hebat Lembata Ada di Mana-Mana, Sampai Luar Negeri!

JAKARTA, media-ntt.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan sesepuh masyarakat Lembata di tanah Papua H. Sulaeman L Hamzah mengatakan, Lembata merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang menyimpan banyak orang hebat di berbagai bidang profesi.

Sumber daya manusia (SDM) potensial ini tidak hanya mengabdi di kampung halaman, lewotana, leu awuq, di luar daerah, nasional hingga manca negara. Mereka datang dari berbagai bidang tugas seperti instansi pemerintah, swasta, guru, dosen, buruh, profesional, peneliti, pengusaha, penulis, wartawan, hingga di bidang sosial-keagamaan.

“Lembata menyimpan banyak orang potensial yang bisa saling mendukung dalam memajukan kampung halaman, lewotana, leu awuq. Potensi SDM ini tidak hanya menyebar di Lembata dan Nusa Tenggara Timur tetapi juga mancanegara. Ini midal sosial kita sebagai putra-putri Lembata,” ujar H. Sulaeman Hamzah usai acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Otonomi Lembata 2026 di Wisma Kemiri KWI, Jakarta Pusat, Minggu (11/10).

Sulaeman Hamzah, salah seorang sesepuh di tanah Papua di balik akhir Lembata menjadi daerah otonom baru (DOB) lepas dari induknya, Kabupaten Flores Timur tahun 1999. Sukses tersebut merupakan proses perjuangan panjang para tokoh lintas profesi yang melahirkan Statemen Tujuh Maret tahun 1954.

“Pada peringatan HUT ke-27 Otonomi Lembata tahun ini, kita semua memanjatkan puji dan syukur atas penyertaan Allah dalam seluruh kerja keras para tokoh Lembata seperti Bapak Petrus Gute Betekeneng, Stanis Lela Tufan, Bapak Mas Abdul Salam Sarabiti, Bapak Tuang Ambarak Bajaher, dan tokoh-tokoh saat itu sehingga proses panjang yang mereka rintis kita lanjutkan hingga wujudkan Lembata menjadi kabupaten definitif tahun 1999,” kata H. Sulaeman.

Sedangkan Pastor Dr Bernardus Boli Ujan, SVD saat memimpin misa mengajak umat mengungkapkan rasa syukur atas berkat dan rahmat Tuhan sehingga Lembata memasuki usia otonomi ke 27 tahun 2026. Proses panjang Lembata menjadi daerah otonom diakuinya merupakan buah doa dan kerja keras para tokoh pejuang lalu dituntaskan oleh generasi berikutnya.

“Saya mengajak kita semua memanjatkan doa dan syukur kita kepada Tuhan karena atas kasih-Nya, Lembata boleh merayakan HUT ke-27 tahun 2026. Perayaan syukur ini sekaligus menjadi momentum merefleksikan perjalanan daerah dan kerja keras pemerintah daerah, masyarakat, dan semua putra-putri Lembata di mana saja berada untuk ambil bagian dengan caranya masing-masing bersama pemerintah daerah memajukan lewotana, leu awuq tercinta,” kata Pastor Boli Ujan, imam kelahiran Udak, Nubatukan, Lembata.

Menurut Pastor Boli Ujan, selama 27 tahun menjadi kabupaten definitif banyak kemajuan sudah dicapai. Namun, di saat bersamaan masih banyak yang terus dibenahi dengan kemampuan APBD, dukungan, dan kerja sama semua putra-putri Lembata di mana saja berada. Komunikasi yang produktif antar pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan (stakeholder) merupakab aspek yang sangat penting.

“Lembata membutuhkan kerja sama semua anak tanah, baik di kampung halaman maupun yang berada di rantau. Komunikasi antara pemerintah daerah dan anak-anak Lembata di daerah maupun di tanah rantau merupakan aspek penting yang mesti menjadi perhatian. Kita semua punya kewajiban dan tanggung jawab besar memajukan tanah kelahiran,” kata dosen Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Maumere, Flores, ini.

Sementara itu, praktisi hukum Petrus Bala Pattyona, SH, MH mengatakan, peringatan HUT ke-27 Otonomi Lembata 2026 merupakan buah kerja keras yang dimulai para tokoh Lembata melalui Statemen Tujuh Maret Tahun 1954. Perjuangan Panjang itu kemudian diteruskan para tokoh baik di lingkup birokrasi, politisi, guru, dan masyarakat luas melalui komunikasi produktif di tingkat lokal hingga ke pemerintah pusat.

“Kita semua bersyukur kepada Tuhan. Perjuangan panjang para tokoh dan perintis kemudian dilanjutkan putra-putri Lembata membuahkan hasil menggembirakan. Setelah moratorium daerah otonom baru dibuka pemerintah pusat, jalan lapang terbuka dan Lembata resmi menjadi daerah otonom baru. Saat ini tugas pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen bahu-membahu melanjutkan kerja keras dan komunikasi produktif dengan pemerintah provinsi dan pusat sehingga Lembata semakin maju,” kata Bala Pattyona.

Aktivis perempuan Suzy Langotukan menambahkan, ia merasa bersyukur perjuangan para perintis kemudian dilanjutkan membuahkan hasil menggembirakan. Lembata sukses menjadi daerah otonom agar mengurus diri sendiri berpijak sumber daya alam (SDA) yang dimiliki.

“Saat ini kita semua punya pekerjaan rumah tambahan untuk melanjutkan hasil perjuangan para pendiri. Kita semua anak Lembata punya tanggung jawab besar bersama pemerintah daerah memajukan tanah leluhur kita dengan potensi masing-masing. Namun, satu aspek penting yaitu komunikasi intensif dan sinergi agar Lembata bergerak cepat sehingga lebih maju dan warganya semakin sejahtera,” aktivis perempuan yang kini tinggal di Palembang, Sumatera Selatan.

Tokoh muda Lembata Norman Syaril Ladopurap mengaku, sebagai generasi muda ia menyampaikan selamat atas peringatan Otonomi Lembata yang kini memasuki usia 27 tahun. Sukses para para perintis dan pejuang Lembata membawa daerah ini menjadi kabupaten penuh menjadi pelajaran penting.

“Kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah dalam bidang apapun merupakan pelajaran bagi kita generasi muda tanah Lembata. Nilai-nilai ini tentu menjadi warisan bagi kita semua generasi muda. Sekali lagi Selamat Hari Ulang Tahun ke 27 Otonomi Lembata 2026. Semoga peringatan ulang tahun kali ini menjadi awal yang baik kita semua bersinergi memajukan tanah Lembata,” kata Norman. (ans)

Kempo Kota Kupang Berjaya di Badung Cup 2026, Julie Laiskodat Pasang Target Dunia

BADUNG, mediant.com – Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil meraih gelar juara umum I dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo RAI IDA dan Piala Bupati Badung Cup V Tahun 2026 di Bali.

Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 8 – 12 Oktober 2026 tersebut, Perkemi Kota Kupang tampil gemilang dengan mengoleksi 10 medali emas, sembilan medali perak, dan empat medali perunggu. Total 23 medali tersebut mengantarkan kontingen Kota Kupang menjadi juara umum I.

Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, yang mengikuti dan mengawal perjuangan para atlet selama kejuaraan, memberikan dukungan kepada kontingen Kota Kupang hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional.

 

Perolehan 23 medali tersebut menjadi pencapaian penting bagi pembinaan olahraga kempo di NTT. Prestasi ini juga menunjukkan kontribusi atlet terhadap perolehan medali NTT melalui dukungan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di tingkat provinsi dan kota.

Julie Laiskodat menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan kolaborasi antara atlet, pelatih, pengurus, dan orang tua. Kerja sama seluruh pihak dinilai penting untuk terus melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan atlet Perkemi Kota Kupang yang berhasil meraih juara umum I pada Kejurnas Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026 dengan perolehan 10 medali emas, sembilan medali perak, dan empat medali perunggu,” kata Julie Laiskodat, yang juga anggota DPR RI dari Fraksi NasDem.

Julie mengatakan, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dan semangat juang para atlet, dedikasi pelatih, kerja keras pengurus, serta dukungan penuh orang tua.

 

Untuk itu, Julie berharap kolaborasi tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan. Menurutnya, keberhasilan dalam olahraga tidak bisa diraih oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, Dispora Provinsi NTT dan Kota Kupang, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembinaan dan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan ini,” kata istri mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, itu.

Julie menjelaskan, prestasi yang diraih di Badung menjadi langkah awal bagi atlet Perkemi Kota Kupang untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi.

Target berikutnya adalah Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, pada 2027 dan PON XXII Tahun 2028.

Ia berharap, para atlet terus berlatih, menjaga semangat, dan meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi sekaligus membawa nama NTT semakin dikenal melalui prestasi olahraga.

Sementara itu, Kepala Dispora Provinsi NTT, Alfonsius Theodorus, yang hadir dalam kejuaraan tersebut sekaligus bertugas sebagai koordinator wasit dan wasit, menyampaikan apresiasi atas pencapaian atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Daerah (PPLD) NTT.

Ia mengapresiasi keberhasilan seluruh atlet binaan PPLD NTT yang meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam kejuaraan tersebut.

Alfonsius berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan dan kualitas atlet kempo di NTT agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Daftar Peraih Medali Perkemi Kota Kupang

Medali Emas (10)

1. Embu pasangan putra Kyu 1 remaja: Gabriel C. H. R. Ratuarat dan Valaderon Mbau.

2. Embu beregu putra remaja: Gabriel C. R. Ratuarat, Valaderon Mbau, Raselow Totomone, dan Zincio P. K. Yunus.

3. Embu pasangan putra I Dan: Aristo Naben dan Mario G. A. Herin.

4. Embu pasangan putri I Dan: Helna Sani Kana dan Rivalda Betan.

5. Embu pasangan campuran I Dan: Rivalda Betan dan Julius Klau Nahak.

6. Embu beregu putri: Maria Krisanta Fernandez, Maria Krisanti Fernandez, Maria D. Y. Nuhan, dan Putri Rani Mbatu.

7. Embu beregu putra: Kevin Celsio, Davit Ukat, Zacharias Naimena, dan Mario G. A. Herin.

8. Randori putra kelas 50 kg: Aristo Naben.

9. Randori putra kelas 60 kg: Lazim Djati.

10. Randori putra kelas 70+ kg: Donatus Fios.

Medali Perak (9)

1. Embu solo putra remaja: Gabriel C. R. Ratuarat.

2. Embu pasangan putra Kyu 2: Raselow F. Totomone dan Zincio P. K. Yunus.

3. Embu pasangan putri Kyu 2 remaja: Keiza Toh dan Bethania Toh.

4. Embu pasangan campuran Kyu 2: Keiza Toh dan Roselow Totomone.

5. Embu pasangan putra 2/3 Dan: Zacharias Naimena dan Cyprianus Palbeno.

6. Embu pasangan putri 2/3 Dan: Shendi Gabriela Toh dan Sarah Mohar.

7. Embu pasangan campuran 2/3 Dan: Sarah Mohar dan Cyprianus Palbeno.

8. Randori putra kelas 70 kg: Gustafo Nistelroy.

9. Randori putri kelas 60 kg: Ingreini Riwu.

Medali Perunggu (4)

1. Embu pasangan campuran dewasa Kyu 1: Melisa Toh dan Farel E. Kuhurima.

2. Embu beregu campuran dewasa: Shendy G. Toh, Sarah Mohar, Aristo Naben, dan Stela Gratio Jehaman.

3. Randori putri kelas 65 kg+: Shendi G. Toh.

4. Randori beregu putri: Siska, Theresia Bagur, dan Inggrieni Riwu. (*)

Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan, Pastikan Siap Beroperasi

Bupati Kanis Tuaq sedang meninjau Laboratorium Kesehatan Hewan.

LEWOLEBA, media-ntt.com – Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq meninjau langsung kesiapan operasional Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, yang berlokasi di kawasan Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Kota Lewoleba, Sabtu (10/10/2026).

Kunjungan ini dilakukan usai peresmian Mesin Pengolahan Jagung dan Produksi Pakan Ternak di Pasar Lamahora pada hari yang sama.

Kehadiran laboratorium kesehatan hewan di Lembata merupakan terobosan strategis yang sangat berarti. Selama ini, setiap kali muncul risiko penyakit hewan, sampel harus dikirim ke luar daerah untuk diperiksa, proses yang memakan waktu dan biaya tidak sedikit.

Dengan beroperasinya laboratorium ini, pemeriksaan sampel dapat dilakukan lebih cepat dan akurat di daerah sendiri, sehingga penanganan terhadap potensi wabah dapat dilakukan sedini mungkin.

Dalam peninjauannya, bupati memeriksa langsung kelayakan ruang laboratorium, kesiapan tenaga teknis, serta kelengkapan peralatan pendukung. Ia juga berdialog mendalam dengan petugas medis hewan dan tenaga penyuluh peternakan guna memahami kesiapan sekaligus kendala di lapangan.

Secara umum, petugas Pos Kesehatan Hewan dan sebagian peralatan laboratorium sudah siap beroperasi. Namun, untuk meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh, masih ada sejumlah kebutuhan mendesak yang akan dipenuhi secara bertahap.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menegaskan pentingnya keberadaan fasilitas ini. “Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawasi lalu lintas hewan dari dan ke Lembata,” ujarnya.

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pengawasan kesehatan hewan di Lembata, laboratorium ini juga membuka peluang baru. Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Flores Timur dan Maumere telah menyatakan minat untuk mengirimkan sampel pemeriksaan ke laboratorium Waikomo.

“Jika kita mampu melayani kabupaten lain, ini tentu menjadi peluang nyata untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keberadaan laboratorium bukan hanya soal pengendalian penyakit, tetapi juga potensi ekonomi yang patut dikembangkan,” jelas Bupati Kanis.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesejahteraan Hewan, Noibertus Bela, bersama Dokter Hewan Rismawati Yunus, menyambut baik perhatian langsung pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian bupati. Semakin banyak jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan secara mandiri di Lembata, semakin cepat kita mendeteksi penyakit dan semakin efisien biaya yang dikeluarkan. Dukungan kebijakan dan anggaran akan sangat membantu agar layanan ini berjalan lebih optimal,” ujar Noibertus Bela.

Namun demikian, ada beberapa aspek yang akan menjadi fokus pembenahan meliputi peningkatan kenyamanan dan standar ruang pemeriksaan ber-AC, kelengkapan alat uji pemeriksaan cepat (Rapid Test Kit) rabies dan kesehatan daging, serta penambahan tenaga teknis lapangan untuk memperluas jangkauan pengendalian penyakit hewan endemis.

Terkait pengadaan alat uji penyakit HSV yang sebelumnya diujicobakan belum memenuhi standar akurasi ketepatan, penggantian baru telah dikirimkan dan diperkirakan segera tiba di Lembata.

Penguatan sektor peternakan ini akan semakin diperkuat dengan pembentukan Dinas Peternakan yang berdiri sendiri per Januari 2027, terpisah dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Pembentukan dinas baru ini telah diatur dalam peraturan daerah yang baru saja disahkan bersama DPRD Lembata.

Pemisahan kelembagaan ini diharapkan membuat perencanaan, penganggaran, dan pelayanan di sektor peternakan menjadi lebih fokus dan responsif, terutama dalam mendukung program unggulan Nelayan Tani Ternak (NTT).

Meski demikian, efektivitas dinas baru tetap akan bergantung pada dukungan anggaran, ketersediaan tenaga teknis yang memadai, serta konsistensi pelaksanaan program di lapangan.

Ke depannya, Laboratorium Kesehatan Hewan Waikomo akan berfungsi sebagai garda awal pencegahan penyakit hewan melalui pemeriksaan sampel yang cepat dan pengawasan pergerakan ternak yang ketat, sebuah langkah strategis yang tidak hanya melindungi ternak masyarakat, tetapi juga membuka peluang baru bagi kemandirian dan pendapatan daerah. (Lakonawa/Prokompimkablembata)

Bank NTT Restrukturisasi Kredit Rp79 Miliar untuk Debitur Terdampak Gempa Flores

Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong.

KUPANG, media-ntt.com – Bank NTT mulai menjalankan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak bencana gempa Flores. Kebijakan tersebut telah efektif berjalan dan petunjuknya telah diberikan kepada cabang-cabang Bank NTT.

Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, mengatakan restrukturisasi merupakan produk yang dimiliki Bank NTT dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk penjadwalan utang, pemberian keringanan, hingga penangguhan.

“Namanya restruktur itu macam-macam bentuknya, termasuk penjadwalan hutangnya, pemberian keringanan, penangguhan, segala macam. Itu semua Bank NTT juga punya produk dan dijalankan oleh semua bank,” kata Aloysius di Kupang, Kamis (8/10/2026).

Menurut Aloysius, ketentuan mengenai debitur terdampak bencana juga telah diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, Bank NTT telah memiliki inisiatif untuk melaksanakan restrukturisasi bahkan sebelum ketentuan tersebut keluar.

“Jadi terdampak bencana itu POJK-nya sudah ada. Memang setiap ada bencana nanti SE OJK itu hadir. Tapi bank juga sebelum itu keluar pun sudah punya inisiatif untuk melaksanakan,” ujarnya.

Terkait jumlah kredit yang terdampak, Aloysius mengatakan identifikasi awal Bank NTT menunjukkan portofolio sekitar Rp79 miliar. Namun angka tersebut masih perlu diverifikasi kembali.

“Kita kemarin identifikasi awal itu kurang lebih portofolionya Rp79 miliar. Tapi nanti perlu diverifikasi kembali,” katanya.

Verifikasi akan dilakukan oleh cabang-cabang Bank NTT dengan turun ke lapangan untuk melihat kondisi debitur, mewawancarai debitur, serta melihat usaha yang dijalankan.

Menurut Aloysius, langkah tersebut diperlukan karena tingkat dampak yang dialami setiap debitur berbeda, ada yang kecil, sedang, maupun berat, sehingga penanganannya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

“Karena kita tidak boleh keluar dari rules dan prinsip kehati-hatian. Dalam artian, benar apakah dia memang kesulitan karena terdampak bencana, atau memang sebelumnya sebelum bencana juga sudah sulit,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan kebijakan relaksasi kredit memberikan ruang bagi warga terdampak gempa yang belum mampu memenuhi kewajiban kredit secara normal untuk menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan. (*)