Menteri Jumhur Hidayat (kiri), didampingi La Tofi (kanan), menyerahkan penghargaan kepada Taufiq Dwi Nur Cahyo, di Jakarta.
JAKARTA, mediantt.com – Bukan lagi soal listriknya, tapi soal apa yang tumbuh setelah listrik itu hadir. Program hortikultura HORTI THE BEST (Hortikultura Berdaya, Edukatif, Sejahtera, dan Tangguh), yang dikembangkan bersama kelompok tani di Nusa Tenggara Timur meraih pengakuan internasional dalam ajang Asian Impact Awards & CEPI Recognition 2026, di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu (21/10).
Dengan adanya program ini, kemandirian pangan dan ekonomi dari lahan kering. Melalui HORTI THE BEST, pemanfaatan listrik tidak berhenti di rumah, tapi menggerakkan irigasi, pengolahan pasca panen, dan rantai distribusi hortikultura yang membuat petani lebih berdaya.
Keberhasilan itu divalidasi secara independen oleh La Tofi School of Social Responsibility. Dengan metodologi La Tofi ESG Rating dan Corporate Economic Protection Index (CEPI), program ini meraih skor 95,75 predikat Platinum Alignment untuk kategori Corporate Risk & Economic Resilience dan status CEPI Champion Candidate dengan skor 2,75.
Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan untuk petani melalui program ini, melindungi Rp2,75 nilai ekonomi, yang sebelumnya rentan terhadap risiko operasional dan iklim di NTT.
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, yang hadir dalam ajang tersebut menegaskan relevansi pendekatan ini: “Melindungi alam adalah melindungi ekonomi. ESG bukan sekadar laporan, tapi aksi nyata dari tingkat tapak.”
Bagi PLN UIW NTT, penghargaan ini bukan tentang plakat. “Sejak awal kami tidak bertanya ‘apa yang ingin PLN jual?’, tapi ‘apa yang perlu dipahami dan apa yang bermakna bagi masyarakat?’ HORTI The BEST lahir dari dialog itu. Petani butuh kepastian hasil, bukan sekedar bantuan,” ujar Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIW NTT, Taufiq Dwi Nur Cahyo, yang dalam ajang yang sama juga dinobatkan sebagai Exclusive 100 ESG Impact Leaders.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono menambahkan, fokus pengembangan kini adalah pada pengalaman komunikasi.
“Desain program ini berkembang melalui feedback petani. Kampanye tidak selesai ketika dipublikasikan, tapi ketika petani bilang hasilnya nyata di lahan. Itu paradigma Human-Centered yang ingin kami jaga,” kata Eko.
Melalui HORTI The BEST, PLN UIW NTT berkomitmen untuk tidak hanya mengalirkan listrik, tapi menciptakan pengalaman dan nilai yang bermakna bagi penerima manfaat di Nusa Tenggara Timur. (*)


